Wah...ini pengalamanku untuk pertama kali ngeblog. Setelah cukup lama hanya menikmati hasil karya orang lain dengan berbagai warna warniya, ehm kini aku mesti mencoba membuatnya. Sebenarnya aku bingung mesti nulis apa? secara aku gak punya bakat dalam hal tulis-menulis, paling juga cuman nulis pelajaran yang disampaikan Pak Dosen. Itu juga lebih sering di dekte, sebagaimana sistem pendidikan yang dianut di negeri ini. Yakni CBSA. Tahu kan apa artinya??? Yaaap bener banget.... catat buku sampai habis. Hehe
Tapi kan kata nenek, kalau gak dicoba kapan bisanya? Itu satu-satunya alasan yang paling mendasar kenapa aku nekad ikut-ikutan nimbrung di jagad yang konon maya ini.
Kalau boleh jujur, sebenarnya ada juga alasan yang gak kalah krusial ketimbang alasan di atas. Biar sedikit lebih maju dari teman-temanku yang kalau boleh dibilang - sori agak kasar - yang gak maju-maju. Hehe sory ya... Habisnya mereka sudah pada kenal sama yang namanya FB.
Fb udah membuat mereka jadi pada rajin pergi ke warnet. Jangan salah, warnet yang dituju juga warnet yang gratisan, warnet yang didirikan murni berdasarkan atas konsep kekluargaan. Bukan warnet yang hanya mencari Komersilitas belaka.
Sebenarnya sih si empunya warnet ya pengen untuk alasan pertama. Yakni untuk mencari untung. Hanya saja operator yang terlanjur baik hati dengan segenap keteguhan jiwa merelakan teman, sahabat, teman dekat, dan juga teman kuliah untuk dapat ngenet ria secara gratis. Bahkan untuk sekedar ngeprint tugas dengan jumlah yang tidak seberapa dapat dibawa pulang dengan tidak mengeluarkan uang sepeser pun. Sungguh jiwa korsa yang sudah mendarah daging di otak, kaki, dan tangannya. Semoga amalmu diteriman di sisinya ya.........
Warnet, ehm....sebenarnya aku agak sedikit trauma karenannya. Secara aku gak pernah kesampaian untuk bisa menjadi salah satu operator di antara warnet-warnet yang menyatakan diri sedang membuka lowongan. Aku bingung, kira-kira apa ya penyebabnya? yang satu gak dipanggil-panggil, eh yang satunya lagi malah bentur sama jadwal kuliah.
Kalau pengen jawaban gampang dan gak usah mikir dari pertanyaan di atas, cukup bilang "Takdir....titik". Kalau begini ceritanya kan malah gak ada upaya analisa masalah sebagaimana yang diungkapkan Pak Dosen terhormat di kelas. Sedangkan aku yang masih tercatat sebagai salah satu pelajar di sebuah perguruan tinggi swasta, alias mahasiswa. Dan bukan siswa maha lho...
Tapi memang bener sih, sisi positf dari itu semua masih terlihat jelas di otak, benak, dan jiwaku. Kalau saja aku beneran jadi kerja di warnet, waaaahhh...gak bisa kubayangkan, betapa hak-hak dasarku sebagai manusia tentu akan terusik karennya. Sudah barang pasti aku gak bakalan bisa ngelakuin segala akatifitas primer sebagai seorang cowok. Gak bisa kelayapan, wira-wiri, dan yang pasti gak bisa ke Samarinda dengan batas waktu pulang yang gak menentu.
Itu semua bukan tanpa alasan penting lho. Semua itu kulakukan untuk segenap kepentingan
No comments:
Post a Comment